image
Tambang Batu Bara
April 1, 2020

Dalam dunia tambang, preparasi sampel sangat dibutuhkan oleh penambang dalam hal ini perusahaan tambang untuk menguji sebuah material sampel. Pada dasarnya, material sampel tersebut diambil secara acak oleh penambang dengan menggunakan metode tertentu untuk menarik sampel di setiap lokasi tambang atau lebih dikenal sebagai site.

Maksud dari pengujian sampel tersebut untuk menentukan atau menguji kualitas sebuah bahan material tambang tadi baik dari segi sifat fisik sampel maupun zat kimia yang terkandung di dalamnya. Hanya saja, ketika kita mencoba masuk ke dalam area pertambangan khususnya batu bara, justru kita akan melihat bongkahan batu bara yang bertekstur kasar dan memiliki kadar air yang tinggi dan kualitas yang belum teruji.

Dengan demikian, untuk menguji batu bara tersebut memiliki kualitas yang tinggi atau rendah perlu dilakukan uji kadar kualitas yang dimulai dari preparasi sampel terlebih dahulu. Secara garis besar, preparasi sampel merupakan hal yang wajib dilakukan untuk melihat kualitas batu bara tadi.

Definisi Preparasi Sampel

Sebelum diuji, batu bara tadi haruslah dipisah menjadi sebuah material sampel. Secara teknis, batu bara tersebut nantinya akan diambil dari gross sampel untuk dikurangi beratnya hingga mencapai berat yang ideal untuk dilakukan analisa di laboratorium. Secara sederhana, batu bara yang kita dapatkan tadi, beratnya harus dikurangi terlebih dahulu dengan memperhatikan aspek kadar yang ada di dalam material tadi.

Contoh teknisnya adalah batu bara tersebut harus dikeringkan terlebih dahulu, dihancurkan hingga menjadi serbuk halus yang nantinya bisa digunakan oleh analis tambang untuk diuji lebih lanjut di dalam laboratorium.

Cara Mengurangi Moisture Batu Bara

Hal yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah pengurangan kadar air yang terkandung dalam batu bara. Untuk melakukan hal itu, kita membutuhkan alat preparasi yang biasa disebut sebagai drying oven maupun big drying oven.

Aluminium drying oven

Secara fungsi sebetulnya alat ini tidak jauh berbeda seperti oven yang ada di rumah Anda. Hanya saja yang membedakan adalah spesifikasi alat yang memang disediakan untuk mengeringkan batu bara maupun bahan tambang lainnya. Hanya saja, dalam penggunaan drying oven ini harus memperhatikan temperature ruangan maupun di dalam oven.

Dalam hal ini, oven harus bisa mengatur suhu antara 10 – 15 derajat celcius di atas suhu kamar atau maksimal suhu pada oven yaitu 40 derajat celcius. Namun, untuk kadar batu bara yang mudah terkosidasi suhu di dalam oven tidak boleh lebih dari 10 derajat di atas suhu kamar.

Setelah batu bara tadi dikeringkan dalam oven, maka batu bara tadi telah kehilangan beratnya dan moisture (kelembaban) batu bara tersebut telah hilang. Akan tetapi, perlu diperhatikan kembali bahwa pada dasarnya batu bara merupakan material yang mudah terkosidasi sehingga pada saat proses pemanasan dalam oven tadi perlu dilakukan pengeringan baik di ruangan terbuka maupun di dalam oven pengering tersebut.

Hal yang harus diperhatikan pada proses pengeringan ini adalah suhu maksimun tidak boleh melebihi dari 40 derajat celcius. Selain itu, durasi pengeringan batu bara maksimal 18 jam hingga mencapai berat sampel yang konstan.

Dalam hal ini kita bisa menghitung sendiri berat konstan yang dimaksud dengan memperhatikan aspek berikut:

  • ASTM : < 0,1% Loss/Hour
  • ISO dan BS :  <0,2% Loss/Hour

Dengan hitungan tersebut maka kita dapat menentukan berat konstan sebuah sampel yang nantinya dapat dilakukan pengujian lebih lanjut dengan menghancurkan sampel tadi menggunakan alat preparasi sampel.

partners
partners
partners
partners
partners
partners
partners
partners
partners
×

Hallo!

Silahkan hubungi kami secara langsung untuk menanyakan seputar alat preparasi tambang melalui whatsapp dibawah ini atau melalui e-mail abiekusnadi7@gmail.com

×