image
3 Jenis Batubara menurut ISO
Mei 11, 2020

Di Indonesia, batubara merupakan bahan tambang sumber daya alam yang menjadi primadona bagi pendorong perekonomian Indonesia. Sebab sampai saat ini, terdapat 147,6 Miliar ton cadangan batubara yang tersebar di 21 Provinsi. Selain itu, penggunaan batubara di Indonesia banyak diperuntukkan untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan sebagai salah satu komoditas ekspor.

Pada dasarnya, batubara yang ada diseluruh dunia memiliki jenis batubara yang berbeda-beda baik dari segi kadar air maupun dari  angka dari vitrinite (RV) yang didapat dari hasil analisis petrografi batubara. Dengan demikian, International Organization for Standardization (ISO) membagi jenis batubara berdasarkan angka RV nya menjadi 3 jenis, yaitu

Low Rank Coal
Low Rank Coal

1.Batubara Peringkat Rendah (Low Rank Coal)

Untuk kategori rendah, batubara yang termasuk jenis batubara peringkat rendah adalah batubara yang berjenis lignite dan sub-bituminous dengan RV <= 0,5% . Secara bentuk fisik batubara berperingkat rendah ini memiliki warna coklat kusam atau sering dikenal sebagai batubara coklat (brown coal). Secara sifat, batubara brown coal memiliki sifat swabakar tinggi, mudah hancur, reaktivitas dan porositas yang tinggi.

Medium Rank Coal
Medium Rank Coal

2.Batubara Peringkat Menengah (Medium Rank Coal)

Untuk batubara peringkat menengah, batubara jenis ini memiliki RV sekitar 0,5% hingga 0,2% . Secara fisik batubara jenis ini memiliki warna hitam mengkilap atau lebih dikenal sebagai black coal.

Secara fisik tentunya batubara ini memiliki sifat yang lebih baik dari brown coal yaitu swabakar lebih rendah, tidak mudah menyerap air, serta reaktivitas dan porositas yang relatif rendah.

High Rank Coal
High Rank Coal

3.Batubara Peringkat Tinggi (High Rank Coal)

Untuk batubara dengan peringkat tinggi, tentu kualitasnya sangat baik dibanding kedua kategori batubara sebelumnya. Secara RV, batubara peringkat tinggi memiliki RV sekitar 2,0% hingga 6,0% . Dari segi warna, batubara ini memiliki warna hitam mengkilap sampai keperakan.

Sedangkan dari sifat, batubara peringkat tinggi  memiliki ketahanan cuaca yang paling bagus dengan sifat tidak mudah hancur, swabakar rendah, kadar air rendah, serta reaktivitas dan porositas paling rendah dibanding batubara jenis lainnya.

Kualitas Batubara di Indonesia

Jika mengacu dari data kementrian ESDM, Dirjen Mineral, Batubara, dan Panas Bumi tahun 2016. Dari data produksi batubara yang ada di Indonesia, Indonesia memproduksi batubara dengan persentase batubara peringkat menengah sebesar 63%, batubara peringkat rendah sebesar 29%, dan batubara peringkat tinggi sebesar 5% dan sangat tinggi sebesar 3%

Cara Menghilangkan Moisture Batubara

Setelah kita mengetahui kualitas  batubara di Indonesia dengan mayoritas mengenah dan rendah maka, hal yang lazim dilakukan perusahaan tambang batubara untuk mengolah batubara jenis tersebut dengan mengupayakan penghilangan kadar air (moisture) batubara tersebut dengan proses coal drying. Secara sederhana proses coal drying adalah upaya untuk menghilangkan moisture dengan mengeringkan batubara agar kadar air yang terkandung dalam batubara hilang dan meningkatkan kadar kalori batubara tersebut.

Dengan demikian, proses coal drying akan bermanfaat untuk meningkatkan efisiensi proses operasi, menurunkan biaya perawatan dan utilitas peralatan, serta mengurangi resiko terjadinya bahaya kebakaran secara spontan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

partners
partners
partners
partners
partners
partners
partners
partners
partners
×

Hallo!

Silahkan hubungi kami secara langsung untuk menanyakan seputar alat preparasi tambang melalui whatsapp dibawah ini atau melalui e-mailĀ abiekusnadi7@gmail.com

×